← Semua laporan MASJID APP

Rancangan/Empat layar/MASJID APP

Rancangan tampilan

Bukan sketsa — keempat layar ini dirancang utuh sampai tingkat warna, tipografi, dan jarak, dan dipakai sebagai target visual pembangunan.

Palet yang dipakai — nila tua, batu kapur hangat, satu aksen kuningan untuk apa pun yang menyangkut donasi — sengaja menghindari hijau-emas-kubah yang jadi seragam de facto di segmen ini.

Beranda — layar komputer

Beranda masjid pada layar komputer
Jadwal sholat diletakkan paling menonjol karena itulah alasan jamaah membuka halaman ini berulang kali. Halaman ini melayani dua orang sekaligus: jamaah yang mencari jadwal, dan calon donatur yang sedang menimbang apakah masjid ini layak dipercaya. Karena itu blok laporan keuangan berdiri sebagai bidang gelap yang tidak bisa dilewatkan.

Beranda — ponsel

Beranda masjid pada layar ponsel

Sebagian besar jamaah membuka halaman ini dari ponsel, lewat tautan yang dibagikan di grup WhatsApp. Tampilan ponsel dirancang sebagai bentuk utama, bukan versi kecil dari tampilan komputer.

Jadwal sholat tetap teratas meski ruang jauh lebih sempit.
Setiap sasaran sentuh minimal 44 piksel. Banyak jamaah bukan pengguna ponsel yang lincah; tombol kecil membuat halaman terasa rusak padahal tidak.
Blok laporan keuangan tetap muncul, tidak dipotong demi ringkas — justru di ponsel inilah tautan dibagikan ke orang yang belum kenal masjidnya.

Program donasi

Halaman program donasi
Rincian rencana penggunaan dana ditampilkan sebelum orang menyumbang, bukan sesudah. Rekening yang tertera adalah rekening masjid, dan halaman menyatakan terang bahwa platform tidak menampung maupun memotong donasi. Kabar perkembangan program menautkan setiap tahap pengerjaan ke nominal yang benar-benar terpakai.

Laporan keuangan publik

Halaman laporan keuangan publik
Terbuka tanpa perlu masuk akun. Istilahnya sengaja awam — “Kotak amal Jumat”, bukan “Pendapatan tidak terikat” — karena pembacanya jamaah biasa. Baris dana terikat ditandai berbeda, dan catatan pengurus menjelaskan bagian saldo mana yang tidak boleh dipakai untuk keperluan lain.

Seluruh isi contoh — nama masjid, angka, nama penceramah, dan nomor rekening — bersifat fiktif.